Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement

Admin : Tatak Priyono
Kamis, 11 April 2024, 20:15 WIB
Last Updated 2024-04-11T13:15:25Z

Momen Haru Lebaran Idul Fitri, Warga Binaan Rutan Salatiga Dikunjungi Keluarga

Advertisement



Laporan: Tatak Priyono


Salatigapos -  Hari Raya Idul Fitri menjadi momen yang ditunggu oleh seluruh umat muslim, tak terkecuali para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang berada di Rumah Tahanan Negara Salatiga.


Selama tiga hari Kepala Rutan Salatiga Redy Agian memberikan kesempatan pada WBP mendapat kunjungan khusus Hari Raya dari para keluarga dan kerabatnya.


Redy Agian mengatakan sebagai rasa simpati dan empati di Hari Raya kali ini kami berikan kunjungan khusus lebaran selama 3 hari agar para WBP dapat merasakan momen kehangatan bersama keluarga walaupun sedang menjalani masa penahanan di Rutan Salatiga.


"Sebagai rasa simpati dan empati di Hari Raya kali ini kami berikan kunjungan khusus lebaran selama 3 hari agar para WBP dapat merasakan momen kehangatan bersama keluarga walaupun sedang menjalani masa penahanan," katanya. Kamis (11/04).


Redy menyebutkan setiap harinya para WBP bisa dikunjungi 5 orang keluarga dengan waktu maksimal 45 menit dari pukul 09:00 pagi hingga 15:00 sore dengan pembagian termin karena terbatasnya tempat.


"Kunjungan ini juga kami berikan selama 45 menit setiap harinya sekaligus bentuk rasa kemanusiaan sekaligus jadi momen penting yang selalu dinantikan untuk berkumpul dengan keluarga di Hari Raya Idul Fitri," lanjutnya.


Sementara itu Kumroji selaku Kepala Keamanan Rutan, menyampaikan para petugas tetap menjalankan sesuai aturan dan SOP dengan para pengunjung dan barang bawaan tetap diperiksa dan digeledah untuk memastikan tidak ada barang - barang terlarang yang masuk dan Rutan Salatiga tetap dalam keadaan yang kondusif.


Kumroji juga berharap momen lebaran ini bisa dijadikan pembelajaran agar para WBP tidak mengulangi lagi tindak pidana dan bisa introspeksi diri menjadi pribadi yang lebih baik kedepannya.


Sementara itu Pram, salah satu WBP mengaku sangat terharu dan senang dengan pelayanan khusus lebaran yang diberikan Rutan.


"Saya dan teman - teman sangat senang dan terharu, walaupun didalam Rutan tetapi bisa berlebaran dengan keluarga walaupun juga dengan perasaan sedih karena harus menjalani masa pidana karena narkoba," ujarnya.