Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement

Sabtu, 09 Maret 2024, 16:40 WIB
Last Updated 2024-03-09T09:40:57Z

Dua Kelompok Pelajar SMK Antar Kota Hendak Tawuran di Salatiga Berhasil Digagalkan Polres Salatiga

Advertisement


Laporan: Tatak Priyono


 SALATIGAPOS - Polres Salatiga berhasil menggagalkan aksi tawuran antara dua kelompok pelajar dari SMK Salatiga dan Magelang. Kejadian terjadi di Perempatan Salip Putih, Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, Sabtu (9/3/2024) dini hari.


Kasat Reskrim Polres Salatiga, AKP Arifin Suryani mengatakan, motif dari tawuran ini masih belum jelas, namun berkat laporan masyarakat, kami segera bertindak cepat untuk mencegah terjadinya korban jiwa. Dalam kejadian tersebut, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.


"Menurut saksi, sekitar 30 remaja berkumpul di lokasi tersebut sebelum terjadi insiden. Sebuah kelompok remaja dari arah Taman Bendosari Kota Salatiga tiba dengan mengendarai sepeda motor dan membawa senjata tajam. Akibatnya, kelompok lainnya melarikan diri meninggalkan beberapa sepeda motor dan senjata tajam,"katanya.


Petugas yang datang segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan berhasil mengamankan 9 sepeda motor yang rusak dan 6 senjata tajam, termasuk celurit, parang, dan gir.


"Dua orang telah diamankan, termasuk satu orang di bawah umur yang ditemukan membawa senjata tajam jenis celurit,"jelas Kasat Reskrim.


Kapolres Salatiga, AKBP Aryuni Novitasari melalui Kasi Humas Iptu Henri Widyoriani saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan bahwa penyelidikan masih berlangsung. 


"Kedua orang yang diamankan saat ini masih berstatus sebagai saksi, dan nanti jika ada perkembangan akan kami sampaikan kemudian,"terangnya.


Kami terus mengimbau kepada para orang tua untuk selalu mengawasi anak-anak mereka dalam pergaulan sehari-hari. Peringatan ini kembali ditekankan sebagai upaya untuk mencegah risiko terhadap keselamatan anak-anak. 


"Tak bosan-bosannya kami imbau untuk para orang tua agar selalu mengawasi anak-anaknya dalam pergaulan sehari-hari. Ingatkan agar tidak pergi malam hari, apalagi tidak jelas kegiatannya,"pesan Iptu Henri.(*)