Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement

Redaksi Salatiga Pos
Rabu, 15 November 2023, 13:37 WIB
Last Updated 2023-11-15T06:37:30Z
BALAI KOTATERKINI

Prof Dr Rasimin, Guru Besar UIN Salatiga, Kejutkan dengan Konvoi Jeep dan Vespa Sebagai Wujud Solidaritas

Advertisement


Laporan: Harvi Candra

Editor: Bang Nur


SALATIGAPOS.COM - Prof Dr Rasimin, salah satu guru besar UIN Salatiga yang akan dikukuhkan, membuat kejutan dengan memilih konvoi menggunakan mobil Jeep dan komunitas vespa. 


Rombongan tersebut berangkat dari kediamannya di Perum Harapan Indah, Pulutan, Kota Salatiga.


Dalam penampilannya yang bersahaja dengan setelan jas rapi, Rasimin didampingi keluarga dan kolega yang mengendarai mobil jeep dan motor vespa sebagai bentuk solidaritas dan keinginannya untuk tetap terhubung dengan masyarakat.


"Ini menggambarkan saya sebagai guru besar pendidikan IPS, bisa beradaptasi dengan masyarakat apapun. Dan juga sebagai solidaritas dari kawan-kawan semua dalam rangka untuk menghayubagyo pengangkatan guru besar saya," katanya, Rabu (15/11/2023).


Pada acara pengukuhan, Rasimin menyampaikan orasinya,"Pokoknya Post-Humanis". Dalam orasinya, ia mengeksplorasi era post-humanisme sebagai fase transisi epistem manusia.


"Era post-humanisme membawa perubahan luar biasa dalam masyarakat. Saya menyoroti perubahan hubungan manusia dengan entitas non-manusia," ujarnya.


Rasimin menekankan bahwa dalam era post-humanisme, fokus lebih pada produk-produk teknologi. Sebagai dosen dan guru besar IPS, ia berpendapat bahwa peran mereka sangat penting dalam membuat pembelajaran IPS menjadi lebih bermakna dan powerful.


"Ilmu Pengetahuan Sosial harus memainkan peran sentral dalam merumuskan pemahaman baru tentang identitas manusia, interaksi sosial, dan dampak teknologi pada masyarakat," terangnya.


Prof Rasimin, yang lahir di Desa Pakis, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati, telah menempuh pendidikan dari tingkat SD hingga S3. 


Ia memandang bahwa tantangan saat ini melibatkan pemahaman mendalam tentang ontologi manusia, pengembangan metode pembelajaran mutakhir, dan penyesuaian terhadap perubahan paradigma sosial dan teknologi.(*)