Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement

Redaksi Salatiga Pos
Senin, 06 November 2023, 14:22 WIB
Last Updated 2023-11-06T07:44:51Z
BALAI KOTATERKINI

Pj Walikota Salatiga Ingatkan Pentingnya Kewaspadaan Terhadap Berita Hoax dan Bahaya Radikalisme dalam Acara Seminar Kewaspadaan Nasional

Advertisement


Laporan: Ferdy S


SALATIGAPOS.COM - Pj Walikota Salatiga, Drs Sinoeng Nugroho Rahmadi, menyampaikan pesan penting tentang kewaspadaan terhadap berita hoax dan bahaya radikalisme dalam acara Seminar Orientasi Kewaspadaan Nasional yang berlangsung di Ruang Plumpungan Lt 4 Gedung Setda Kota Salatiga pada Senin (6/11/2023). Acara ini bertema "Mengantisipasi paham ekstremisme dan radikalisme di lingkungan pendidikan."


Seminar ini dihadiri oleh para Kepala SMP/MTS dan Kepala SMA/MAN maupun SMK di Kota Salatiga, dengan jumlah peserta sekitar 50 orang. Sinoeng mengingatkan peserta seminar tentang dampak negatif berita hoax yang dapat memicu ketegangan dan bahaya radikalisme, terutama di dunia pendidikan.


Beliau menyebutkan, ada potensi radikalisme dan ekstremisme di Indonesia, dengan indeks sekitar 12%, dan di Jawa Tengah sekitar 6,5%. Kasus kekerasan dan pembulian di sekolah-sekolah menjadi bukti akan potensi bahaya ini.


Oleh karena itu, Sinoeng menekankan pentingnya mengadakan kegiatan di sekolah yang menghadirkan konten yang lebih variatif sebagai panggung bagi siswa.


Selain itu, Sinoeng mengingatkan bahwa lebih dari 60% generasi Z dan milenial belajar dari pengalaman pribadi, termasuk kegagalan, kesedihan, dan pengalaman terluka. Maka dari itu, dalam kegiatan kesiswaan, perlu memberikan variasi dan contoh daripada hanya tutorial.


Konsep generasi Z dan milenial adalah "sering is believing," di mana anak-anak diberikan kebebasan untuk berbicara tentang nilai-nilai mereka. Sinoeng juga menyoroti dampak berita hoax, yang sebagian besar disebabkan oleh media sosial. 


Oleh karena itu, anak-anak perlu membaca dengan cermat dan berhati-hati dalam penggunaan media sosial, mengingat bahwa 86% pelaku hate speech menggunakan akun anonim melalui perangkat seluler.


Sinoeng menyimpulkan bahwa orang yang membenci adalah orang yang mencintai kita dengan cara yang salah, dan dalam sekolah-sekolah, komunikasi harus dibangun dengan aparat dan pihak yang relevan untuk memberikan sumber daya bagi anak-anak.


Selain Sinoeng, Kasdim 0714/Salatiga, Mayor Inf Hermanus, juga memberikan materi tentang ekstremisme dan radikalisme. Hermanus menjelaskan pentingnya implementasi Pancasila dan pemahaman tentang bahaya radikalisme sebagai landasan kesadaran diri sebagai warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.


Hermanus mengingatkan bahwa siswa pelajar merupakan aset berharga bangsa yang perlu dilindungi dari bahaya radikalisme dan terorisme. Dia menekankan perlunya pemahaman dan kesadaran seluruh komponen bangsa Indonesia akan bahaya radikalisme dan ekstremisme.


Hermanus juga menyoroti peran penting pelajar sebagai agen perubahan dan calon pemimpin bangsa, yang perlu ditanamkan nilai-nilai nasionalisme, patriotisme, dan bela negara.


Untuk mengantisipasi intoleransi yang dapat berkembang menjadi radikalisme, Hermanus menekankan perlunya mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam pendidikan.


Pesan terakhir yang disampaikan adalah pentingnya menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, dan semua warga negara diwajibkan untuk memahami dan mengetahui Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.(*)