Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement

Redaksi Salatiga Pos
Kamis, 30 November 2023, 02:52 WIB
Last Updated 2023-11-30T04:32:21Z
BALAI KOTAEKONOMITERKINIUMKM

Dorong Kerajinan dan Ekonomi Lokal, Yusnawiyandi Caleg Golkar DPRD Salatiga Dapil 3 Tingkir Gelar Pelatihan Batik Gutta

Advertisement


Laporan: Harvi Candra


SALATIGAPOS.COM | Sebanyak 22 orang mengikuti pelatihan membatik yang diinisiasi oleh M Yusnawiyandi, seorang Calon Legislatif (Caleg) Partai Golkar DPRD Kota Salatiga dari Dapil 3 Kecamatan Tingkir.


Pelatihan ini dilaksanakan di Karang Duwet Kelurahan Kutowinangun Lor pada Selasa (28/11/2023).


Dalam sesi pelatihan tersebut, peserta diajarkan teknik membatik menggunakan metode lilin dingin atau yang biasa dikenal sebagai gutta tamarind. 

M Yusnawiyandi, seorang Calon Legislatif Partai Golkar DPRD Kota Salatiga No 1 dari Dapil 3 Kecamatan Tingkir.

Yusnawiyandi menyatakan bahwa mayoritas peserta adalah pemula, dan tujuan dari pelatihan ini adalah untuk memperkenalkan serta mengajarkan teknik membatik gutta, yang baru pertama kali diperkenalkan di Salatiga.


Menanggapi pertanyaan tentang tujuan pelatihan, Yusnawiadi menjelaskan bahwa Kota Salatiga selama ini didominasi oleh UMKM kuliner, dan melalui pelatihan ini, mereka berupaya memperkenalkan jenis UMKM baru, yaitu batik gutta. 


"Bahan untuk membatik gutta menggunakan bahan alami, seperti bubuk biji asam jawa (klungsu) dan sedikit mentega atau margarine,"jelasnya saat ditemui salatigapos.com, Rabu (29/11/2023).


Yusnawiyandi menyoroti keuntungan dari batik gutta, mencatat bahwa produksinya lebih murah dan kualitasnya setara dengan batik tulis yang memiliki nilai lebih tinggi dibandingkan batik cap atau cetak mesin.


"Bagi peserta yang memiliki minat, kita akan berikan modal sekaligus pemasarannya,"tuturnya.


Disebutkan juga bahwa batik gutta masih langka di Salatiga, tetapi respons terhadap pelatihan ini luar biasa. 


Yusnawiyandi berencana untuk menggelar kegiatan serupa di tujuh kelurahan di Kecamatan Tingkir.


"Tujuan dari pelatihan ini bukan hanya untuk melestarikan kerajinan langka, tetapi juga untuk menciptakan peluang usaha baru, khususnya di bidang kerajinan,"terangnya dengan gamblang.


Yusnawiyandi berharap bahwa para peserta dapat mengembangkan keterampilan mereka dan menciptakan usaha mandiri di masa depan.


"Pelatihan ini, khususnya bagi ibu-ibu, dianggap sebagai dukungan yang signifikan, memungkinkan mereka berkreasi dalam pembuatan batik gutta dan pada saat yang sama membantu ekonomi keluarga,"ucapnya.


Yusnawiyandi menekankan pentingnya pelatihan yang tidak hanya teori, tetapi juga praktik, dengan harapan bahwa para peserta dapat secara mandiri memproduksi kerajinan batik gutta di masa mendatang.(*)