Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement

Redaksi Salatiga Pos
Kamis, 10 Agustus 2023, 01:31 WIB
Last Updated 2023-08-09T18:31:10Z
SEPUTAR JATENGTERKINI

Campur Babi, Penumpang KMP Kalibodri Mengeluh

Advertisement


KENDAL | salatigapos.com - Sejumlah penumpang KMP Kalibodri di Pelabuhan Kendal  tujuan Kumai Kalimantan Tengah mengeluhkan kondisi kapal yang minim fasilitas. 


Selain itu juga mengeluh adanya bau tidak sedap dari sejumlah truk yang mengangkut ratusan hewan Babi.


Andre salah satu Jamaah Tabligh penumpang tujuan Kalimantan mengeluh dengan pelayanan penyeberangan dari Pelabuhan Kendal. Ia kaget karena tak menyangka harus satu kapal dengan hewan Babi.


"Baunya tidak enak dan menyengat. Kurang nyaman sekali. Namun gimana lagi tidak ada pilihan dan tinggal ikut saja,"ucapnya saat di konfirmasi wartawan, Rabu (9/8/2023).


Senada disampaikan MT, seorang penumpang KMP Kalibodri yang enggan disebutkan namanya jelas merasa kecewa saat mengatahui harus satu kapal dengan hewan Babi.


"Kecewa banget mas. Ini kapal penumpang kok juga mengangkut hewan Babi. Kenapa tidak diangkut pakai kapal angkutan khusus ternak saja,"ungkapnya.


Dikatakan MT, berdasar keterangan beberapa orang awak truk bahwa hewan Babi tersebut di kirim dari Bali.


"Kok bisa ya pengiriman hewan Babi transit di Pelabuhan Kendal. Saya jadi was was, apalagi adanya kabar virus demam babi Afrika (African Swine Fever/ASF) sedang merebak,"terangnya.


MT berharap pihak pemerintah Kabupaten Kendal maupun instansi terkait agar melakukan pengawasan ketat di pelabuhan Kendal. Terlebih kapal penumpang bercampur dengan hewan Babi.


"Harusnya peternak maupun broker hewan Babi gunakan kapal kusus angkut hewan ternak,"pungkasnya.


Masih ditempat yang sama, Dian, salah satu petugas di Pelabuhan Kendal saat dikonfirmasi perihal KMP Kalibodri mengangkut truk pengangkut hewan babi mengatakan bahwa itu tidak masalah.


Menurutnya, selama ada  surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH), Sertifikat Kesehatan Hewan (KH-11) dari daerah asal dan sudah mengikuti karantina maka dibolehkan.


"Saat ini KMP Kalibodri memuat antara 6 hingga 7 truk pengangkut hewa Babi. Dan untuk setiap truknya mengangkut kurang lebih 30 sampai 40 ekor hewan Babi,"jawabnya saat dikonfirmasi wartawan.


Sementara itu, Toto dari BPTD Kelas II Jawa Tengah mengatakan bahwa KMP Kalibodri adalah pengangkut penumpang dan barang. Ditanya soal mengangkut truk pengangkut Babi, Toto menyebut itu tidak maslah.


"Untuk jumlah penumpang hari ini sedikit,"terangnya.


Pantauan media ini dilokasi, truk pengangkut hewan Babi masuk kedalam KMP Kalibodri pada malam hari. Lalu pada Rabu (9/8/2023) siang menjelang sore KMP Kalibodri berangkat menuju Kumai Kalimantan Tengah.(*)


Laporan: Ferdy